Ketika allah menumpahkan belasan kasih sayangnya dimuka bumi.
Ketika allah memperkenankan keajaiban datang memenuhi harapan.
Masihkah kita mempertanyakan akan kebesarannya dan janji-janjinya.
Adil, allah maha adil.
Semua yg tercipta adalah adil. Hidup ini selalu adil.
Walau kadang belum tentu kita dapat melihat bukti dari keadilan itu.
Karena kita terlalu bebah, terlalu bodoh utk mengerti dimana letak keadilan itu.
Kami lahir lemah tanpa daya ya allah.
Kami lahir tidak melihat, kau berikan mata. Kami lahir tuli, kau berikan telinga.
Kami lahir bisu, kau berikan mulut.
Kami lahir tak bergerak, kau berikan kaki.
Bahkan meski kami lahir tanpa itu semua, kau sungguh tetap membuat kami tetap bisa melihat, bisa mendengar, bisa bicara, dan bisa bergerak.
Sekali lagi kami yg sehat normal sempurna fisiknya memang makhluk yg paling menyedihkan didunia karena keterbatasan akal pikiran kami.
Bukan berhubungan dengan tingkat kecerdasan.
Tapi kami manusia bebah, bodoh.
Seorang gadis yang buta, tuli, bisu yang seolah terputus dari dunia dan seisinya.
Dia bisa mengenalinya, dan menciptakannya.
Dia bisa melakukan banyal hal yang lebih daripada orang-orang yang justru bisa melihat dan bisa mendengar lakukan, dia melakukannya tanpa rasa takut, keberanian, keteguhan hati, optimisme, dan dengan semangat hidup luar biasa yang pernah ada. Dia mau maju, mau berubah, kita yang utuh memiliki seluruh panca indra sudahkah kita peduli dan bersyukur, kenalkah kami padamu ya allah.
Dan bisakah kami melakukan hal yang lebih besar dari yang dia lakukan.
Urusan ini seharusnya membuat kita malu dan berfikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar